10 Cara Mencegah Nyamuk Demam Berdarah Berkembang

Kasus demam berdarah masih menjadi masalah dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu, upaya pencegahan demam berdarah tetap perlu dilakukan setiap saat, terutama saat musim hujan, karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

Langkah-langkah pencegahan 3M (mengubur, menguras, menutup) masih ampuh dan perlu terus diterapkan. Selebihnya, menjaga kebersihan rumah merupakan kunci utama untuk mencegah nyamuk bersarang di dalam dan di sekitar rumah. Untuk mengenali keberadaannya, Anda perlu mengetahui ciri-ciri nyamuk penyebab demam berdarah.

Ciri-ciri nyamuk demam berdarah

Nyamuk pembawa virus demam berdarah berasal dari spesies Aedes Aegypti. Secara fisik, nyamuk ini terlihat berbeda dibandingkan nyamuk biasa. Berikut ini ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti:

  1. Tubuhnya berwarna lebih hitam kelam dengan belang-belang putih.
  2. Mampu terbang hingga 100 meter dari tempatnya menetas.
  3. Biasanya menyerang pada pagi hari setelah matahari terbit dan sore hari beberapa jam sebelum matahari terbenam.
  4. Masa hidup hingga 2-3 bulan.
  5. Senang berkeliaran di tempat gelap dan kotor walaupun menyukai genangan air bersih untuk bertelur.
  6. Si betinalah yang sebenarnya menyebarkan virus ketika mengisap darah manusia sebagai sumber nutrisi untuk telur-telurnya. Ukuran si betina lebih besar daripada si jantan.
  7. Telur nyamuk Aedes Aegypti berwarna hitam dan menetas menjadi nyamuk setelah dua hari berada di air bersih.

Cara mencegah demam berdarah

Kebersihan rumah berperan besar dalam mencegah nyamuk bersarang di rumah. Libatkan semua penghuni rumah dalam menjaga kebersihan di dalam dan sekitar rumah dan jadikan bagian dari kebiasaan. Berikut ini hal-hal praktis cara mengatasi demam berdarah sebelum telanjur menjangkiti anggota keluarga:

  1. Tutup semua bak sampah baik di dalam maupun di luar rumah.
  2. Pastikan kolong-kolong di dalam rumah bersih dan bebas dari kardus-kardus atau benda-benda lain yang bisa mengundang nyamuk bersarang.
  3. Ganti air dalam vas bunga, akuarium, dan tempat minum binatang peliharaan setiap hari.
  4. Balikkan atau buang barang-barang yang bisa menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng kosong, ember, dan sebagainya.
  5. Hindari kebiasaan menggantung atau menumpuk baju di kamar. Lipat dan masukkan ke lemari atau masukkan keranjang cucian tertutup.
  6. Gunakan losion atau gel antinyamuk pada jam-jam aktif nyamuk Aedes Aegypti atau ketika bepergian.
  7. Gunakan kelambu nyamuk untuk si kecil sebagai perlindungan ekstra. Kadang kulit si kecil terlalu sensitif untuk diberi losion antinyamuk sehingga kelambu bisa menjadi alternatif.
  8. Manfaatkan aroma yang tidak disukai nyamuk, seperti lavender, serai, dan kayu putih. Tambahkan beberapa tetes minyak dengan aroma tersebut ke cairan pembersih lantai atau penyegar ruangan. Aroma lain yang juga tidak disukai nyamuk adalah tanaman bunga kenikir. Hiasi vas dengan bunga kenikir potong atau tanam beberapa di pot.
  9. Jika di area Anda terdapat kasus demam berdarah, biasanya Puskesmas setempat akan mengorganisasi pengasapan di lingkungan Anda. Ikuti program penyemprotan nyamuk demam berdarah semacam ini jika memang dianjurkan karena proses ini dianggap cukup efektif membasmi nyamuk beserta jentik-jentiknya di area yang sulit Anda jangkau, seperti selokan.
  10. Nyamuk pembawa demam berdarah senang berkembang biak di iklim tropis yang bersuhu panas dan lembap seperti di Indonesia. Oleh karenanya, berbagai cara pencegahan demam berdarah di atas perlu Anda lakukan secara rutin, terutama menjelang dan selama musim hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *