11 Gejala Utama Gangguan Tidur Di Malam Hari

Apa itu Gangguan Tidur?

Gangguan tidur adalah berbagai penyakit yang mengganggu pola tidur seseorang, juga dikenal sebagai somnipathy. Gangguan tidur memiliki berbagai jenis, mulai dari ringan sampai parah. Gangguan tidur yang lebih parah dapat menganggu aspek jiwa, fisik, emosional, dan sosial dari kehidupan seseorang. Insomnia merupakan jenis gangguan tidur yang paling dikenal, namun gangguan tidur juga dapat berupa teror malam yang sering terjadi dan menggertakkan gigi saat tidur.

Gangguan tidur dapat dibedakan menjadi tiga kategori utama, yaitu:

1. Disomnia.

Pasien yang menderita penyakit ini akan mengalami kesulitan tidur atau tetap tertidur. Penyakit yang termasuk dalam kategori ini biasanya ditandai dengan kesulitan memulai atau tetap tertidur, tidur berlebih, atau gangguan apapun yang dapat mempengaruhi saat, kualitas, dan jumlah waktu istirahat pasien. Insomnia dan narkolepsi adalah jenis disomnia yang paling umum.

2. Parasomnia.

Penyakit di kategori ini meliputi mimpi, perilaku, emosi, pergerakan, dan persepsi yang tidak normal ketika pasien tertidur. Kebanyakan penyakit di kategori parasomnia adalah gangguan berupa “rangsangan” atau terbangun yang terjadi di antara tidur NREM atau REM dan kondisi sadar. Beberapa contoh parasomnia yang paling umum adalah berjalan saat tidur, teror malam, menggertakkan gigi atau bruxism, gangguan makan akibat tidur dan sindrom kaki gelisah.

3. Gangguan tidur ritme sirkadian.

Penyakit yang termasuk dalam kategori ini adalah penyakit yang mempengaruhi kapan pasien tertidur. Pasien yang menderita jenis gangguan tidur ini memiliki kesulitan tidur serta terbangun pada waktu yang “normal” dan sesuai dengan kebutuhan sosial, pribadi, dan profesional mereka. Singkatnya, tubuh mereka memiliki waktu tidur yang tidak normal. Ada dua subkategori gangguan tidur ritme sirkadian, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.

Penyebab Gangguan Tidur

Ada berbagai faktor yang memengaruhi pola tidur seseorang. Penyakit ini tidak hanya mengganggu saat istirahat pasien namun juga berpengaruh terhadap tubuh, pikiran, fungsi, serta hubungan pasien dengan orang lain.

Penyebab sesungguhnya dari gangguan tidur mungkin sulit ditemukan, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola tidur, yaitu:

  1. Rasa sakit dan gangguan pada tubuh (mis. nyeri pada organ dalam dapat membangunkan pasien dan menyebabkan pasien sulit tidur kembali)
  2. Berbagai penyakit dan gangguan kesehatan (mis. gangguan pernapasan akibat asma dapat mengganggu tidur)
  3. Faktor psikologis (depresi atau kegelisahan akan mempengaruhi pola tidur)
  4. Faktor lingkungan lainnya (mis. konsumsi obat terlarang dan alkohol)
  5. Gangguan tidur juga dapat disebabkan oleh emosi pasien, seperti kecemasan seseorang akan pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan status sosial. Kepekaan yang ringan atau tinggi terhadap cahaya, bunyi, dan perubahan suhu juga dapat menyebabkan gangguan tidur.

Gangguan tidur kronis dapat disebabkan oleh tekanan berat, penyakit yang menyebabkan depresi, atau rasa ketidaknyamanan yang dialami ketika pasien tertidur. Faktor genetik juga dapat sangat mempengaruji risiko seseorang memiliki gangguan tidur. Orang yang bekerja pada malam hari juga lebih berisiko mengalami gangguan tidur dan perubahan jam tidur karena pekerjaan mereka memaksa mereka untuk tetap terbangun ketika tubuh mereka membutuhkan tidur.

Proses penuaan yang alami juga dapat menyebabkan gangguan tidur, walaupun para ahli belum sepenuhnya yakin apakah meningkatnya risiko gangguan tidur disebabkan oleh pertambahan usia atau obat-obatan yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan.

Gejala Utama Gangguan Tidur

Gangguan tidur dapat menyebabkan berbagai gejala, bahkan gejala yang tidak terlalu terlihat. Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari gangguan tidur:

  1. Sangat mengantuk pada siang hari
  2. Sering marah tanpa alasan yang jelas pada siang hari
  3. Tiba-tiba tertidur saat duduk dan melakukan aktivitas lain, seperti membaca atau menonton TV
  4. Sulit berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan tertentu di rumah, tempat kerja, atau sekolah
  5. Sangat mengantuk dan tertidur ketika menyetir
  6. Sering terlihat mengantuk
  7. Sulit mengingat atau menyimpan informasi
  8. Berkurangnya reaksi atau respon terhadap rangsangan
  9. Emosi yang tidak stabil
  10. Membutuhkan rangsangan kimia (dalam bentuk kafein) untuk tetap terbangun
  11. Mendengkur
  12. Kesulitan bernapas saat tidur
  13. Sulit tidur
  14. Teror malam atau sering mimpi buruk
  15. Mengompol
  16. Sering terbangun pada malam hari

Apabila Anda sering mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda menemui dokter Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *