5 Cara Mencegah Tertular Penyakit Kelamin

Penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi seperti infeksi jamur vagina bahkan bisa menyerang tanpa berhubungan seksual sebelumnya. Infeksi ini tumbuh dan berkembang pada orang-orang yang tidak menjaga kebersihan vagina atau punya penyakit yang melemahkan sistem imun seperti diabetes. Meskipun bukan termasuk ke dalam infeksi menular seksual, tetapi angka kejadian kandidiasis vagina meningkat sejak wanita mulai aktif melakukan aktivitas seksual.

Untuk itu, jangan sembarangan melakukan kontak seksual. Pasalnya, penyakit kelamin bisa menyerang siapa saja yang aktif secara seksual tanpa Anda sadari sepenuhnya.

Perlukah saya melakukan tes penyakit kelamin?

Menurut saya, Anda sangat perlu melakukan tes penyakit kelamin jika sudah aktif secara seksual. Apalagi jika Anda mengalami berbagai keluhan di area genital seperti muncul benjolan, rasa panas dan gatal yang tidak kunjung hilang, atau nyeri yang tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah. Jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter Sp.KK terdekat.

Namun tak hanya Anda, sebaiknya pasangan juga diminta untuk bersama-sama melakukan tes ini. Bagi Anda yang hendak menikah, melakukan tes penyakit kelamin membantu mencegah penularan infeksi melalui seks setelah menikah. Pasalnya, tidak semua penyakit kelamin menunjukkan tanda-tanda yang jelas dan terlihat dengan mata telanjang.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual seperti HIV, hepatitis, dan juga sipilis. Tidak perlu malu atau tersinggung untuk memeriksakannya karena hal ini dilakukan semata-mata demi kesehatan jangka panjang Anda dan pasangan.

Langkah tepat mencegah penularan penyakit kelamin

Untuk mencegah penyakit menular seksual, secara umum ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Hindari seks sebelum menikah

Kontak seksual baik melalui vagina, dubur, dan juga mulut sama-sama berisiko menularkan penyakit kelamin. Oleh karena itu, untuk meminimalisir angka penularan ada baiknya untuk tidak melakukan kontak seksual sama sekali sebelum Anda menikah. Apalagi sampai berganti-ganti pasangan tanpa mengetahui dengan pasti riwayat seksual pasangan.

Apalagi pada remaja yang melakukan hubungan seksual terlalu dini, risiko penyakit kelamin pun akan meningkat. Pasalnya, jika organ intim remaja perempuan terluka, kemampuan jaringan organ untuk memperbaiki dirinya belum sempurna. Hal ini selain meningkatkan risiko infeksi menular seksual juga berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks akibat virus HPV.

2. Setia pada satu pasangan

Meskipun pasangan monogami seperti pasangan suami istri tetap bisa tertular penyakit kelamin, setia pada satu pasangan Anda dapat menurunkan risikonya.

Pasalnya, gonta-ganti pasangan seksual sangat berisiko membuat Anda tertular. Terlebih jika tiap pasangan Anda ternyata sudah terinfeksi. Maka dari itu, cobalah untuk tetap setia pada satu pasangan untuk menurunkan risiko penyakit menular seksual.

3. Vaksin HPV

Sebelum Anda aktif secara seksual, ada baiknya untuk mendapatkan vaksin HPV. Vaksin ini dapat melindungi Anda dari berbagai virus HPV yang bisa menyebabkan kutil kelamin atau bahkan kanker serviks.

Jika Anda ternyata sudah memiliki virus HPV di tubuh, maka vaksin ini juga dapat melindungi Anda dari virus jenis lainnya yang mungkin menular dari orang lain.

4. Gunakan kondom

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang bisa mencegah penyakit menular seksual. Kondom melindungi Anda dari penyakit yang mungkin menginfeksi melalui air mani, cairan vagina, dan juga darah.

Meskipun tidak 100 persen efektif, penggunaan kondom sangat penting. Apalagi jika Anda berhubungan seks dengan orang yang mungkin tidak Anda ketahui riwayat seksualnya seperti apa.

5. Teliti sebelum melakukan perawatan yang menggunakan jarum

Penyakit menular seksual tidak melulu ditularkan lewat kontak seksual. Anda bisa terkena penyakit ini melalui berbagai perantara yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya. Misalnya dari penggunaan jarum suntik berulang, transfusi darah, atau pembuatan tato.

Oleh karena itu, selalu pastikan semua barang yang akan dimasukkan ke dalam tubuh seperti jarum benar-benar steril dan belum pernah dipakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *