Bagaimana Mencegah Dan Mengatasi Diabetes Turunan?

Diabetes adalah penyakit dimana organ pankreas yang memproduksi hormon insulin dalam tubuh manusia kurang efektif untuk menyerap glukosa dari dalam tubuh menjadi energi. Hal tersebut karena tingginya kadar gula darah dalam tubuh penderitanya. Penyebabnya bisa karena pola hidup yang tidak sehat, dan juga bisa karena faktor turunan.

Seseorang yang keluarganya memiliki riwayat mengidap penyakit diabetes, berpotensi untuk mengidap penyakit diabetes turunan, baik diabetes tipe 1 dan juga tipe 2.

Meskipun begitu, belum tentu semua anak yang memiliki orangtua pengidap diabetes, dapat mengembangkan penyakit yang sama di masa depan. Walaupun diketahui adanya pengaruh keturunan dalam risiko seseorang menderita diabetes, namun mekanismenya sendiri sulit untuk diketahui dan diteliti oleh para ahli di bidang kesehatan.

Hal tersebut tergantung dari bagaimana gaya hidup yang dijalani dan bagaimana lingkungan yang berada di sekitar anak tersebut. Diabetes keturunan ini sangat memiliki persentase besar untuk tertular. Maka mulai sekarang periksakanlah kadar gula anda, dan ketahui apakah anda mengidap diabetes atau tidak.

Membicarakan faktor lingkungan dan pola hidup yang dilakukan, berikut beberapa faktor yang menentukan apakah seseorang dapat menderita diabetes atau tidak:

1. Kegemukan atau obesitas

Orang yang memiliki masalah kelebihan berat badan (obesitas) berisiko tinggi mengidap diabetes. Itu mengapa orang-orang yang berisiko mengidap diabetes disarankan untuk menjaga berat badannya agar ideal. Caranya bisa dengan melakukan olahraga yang rutin serta mengonsumsi makanan tinggi serat.

2. Pola makan yang tidak sehat

Orang yang pola makannya tidak sehat, maka akan berisiko mengidap diabetes. Pola makan yang tidak sehat ini biasanya tidak mempedulikan kandungan nutrisi yang terkandung dalam makanan, khususnya gula dan karbohidrat. Yang penting, makanan tersebut nikmat untuk disantap. Makanan dan minuman yang nikmat, belum tentu sehat bagi tubuh.

3. Makan berlebihan

Meskipun orang-orang yang berisiko mengidap diabetes sudah mengonsumsi beberapa makanan sehat, namun belum tentu tidak berisiko jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan. Contoh, nasi merah memang baik untuk penderita diabetes karena mengandung karbohidrat kompleks. Namun jika tidak dibatas, maka efeknya malah akan sama dengan ketika orang tersebut mengonsumsi nasi putih yang mengandung karbohidrat sederhana.

4. Makanan banyak mengandung karbohidrat sederhana

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak tersaji beberapa makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, minuman softdrink, kue, permen, dan lain-lain. Karbohidrat sederhana memiliki sifat mudah dicerna oleh tubuh karena struktur gulanya yang sedikit dan gampang dipecah. Sehingga kadar gula darah orang yang mengkonsumsinya akan langsung naik.

Hal ini yang dicegah oleh penderita diabetes. Karena itu, sebaiknya penderita diabetes mulai mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat kompleks, dimana struktur gulanya banyak dan membutuhkan waktu yang lama untuk dipecah oleh tubuh. Sehingga, kadar gula darah penderita diabetes tidak beranjak naik. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah ubi jalar, talas, gandum utuh, nasi merah, dan lain-lain.

5. Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung serat

Faktor penyebab diabetes keturunan selanjutnya adalah kurangnya mengkonsumsi makanan berserat. Serat bermanfaat untuk memperlambat penyerapan gula dalam darah manusia. Sehingga, orang yang memenuhi kebutuhan serat setiap harinya akan berisiko kecil untuk mengalami diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Selain itu, serat juga berfungsi untuk memberikan efek kenyang yang cukup lama, sehingga efektif untuk mengontrol berat badan.

6. Kurangnya aktifitas fisik

Aktifitas fisik yang dimaksud di sini bukan hanya mencakup olahraga saja, tetapi juga mencakup kegiatan sehari-hari, mulai dari bekerja dan belajar. Energi yang tersimpan dalam tubuh bisa dibakar untuk melakukan aktifitas. Berbeda dengan orang yang tidak memiliki pekerjaan yang menguras fisik. Itu mengapa, jika sehari-harinya tidak diisi dengan kegiatan yang menguras tenaga, maka bisa berisiko diabetes karena pembakaran energi yang dilakukan tidak sebanding dengan jumlah asupan energi yang diperoleh dari makanan.

7. Kurang berolahraga

Pembahasan sekarang berkaitan dengan olahraga. Jika seseorang kurang melakukan olahraga secara rutin, maka orang tersebut bisa berisiko menderita diabetes. Kurangnya olahraga dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan tidak lancarnya peredaran darah dalam tubuh. Sehingga bisa menimbulkan stress dan hipertensi. Agar dapat melakukan olahraga di sela-sela kesibukan, luangkan waktu Anda untuk melakukan olahraga singkat seperti jogging, aerobik, berlari, bersepda, senam, dan aktifitas olahraga yang cukup mudah lainnya. Olahraga yang teratur dapat meningkatkan produksi insulin dalam tubuh karena kebutuhan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi yang terkuras akibat aktifitas fisik dalam olahraga.

Dalam buku “The Genetic Landscape of Diabetes”, para peneliti menjelaskan beberapa hubungan faktor genetik sebagai salah satu penyebab diabetes. Buku tersebut menuliskan, selain diet dan infeksi, faktor eksternal lainnya yang cukup berperan dalam perkembangan diabetes adalah faktor keturunan

1. Risiko Penurunan Diabetes Tipe 1

Di dalam tubuh manusia, terdapat sebuah gen yang dinamakan gen Human Leukocyte Antigen (HLA). Gen HLA adalah gen yang terdiri dari molekul-molekul yang penting dalam sistem kekebalan tubuh. Molekul-molekul tersebut berfungsi sebagai rantai kecil asam amino pada perubahan sel. Ketika sel-sel kekebalan tubuh menemukan rantai virus, bakteri, atau sel tumor yang tidak pantas di dalam tubuh, maka mereka akan mulai menyerang molekul tersebut.

Tanpa adanya gen HLA, maka sel-sel kekebalan tubuh tidak dapat menemukan rantai virus, bakteri, dan sel tumor yang berada di dalam tubuh. Selain itu, dengan mewarisi jenis tertentu dalam gen HLA, maka bisa ada kemungkinan bahwa sel-sel kekebalan tubuh justru akan menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Hal tersebut menjadi pemicu Insulin-Dependent Diabetes Melitus 1 (IDDM1) memiliki kontribusi terhadap serangan kekebalan sel beta pada tubuh sehingga menjadi penyebab diabetes tipe 1.

2. Risiko Penurunan Diabetes Tipe 2

Lain halnya dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe ini bisa terjadi pada kalangan usia berapapun dan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya di atas. Mayoritas penderita diabetes tipe 2 memiliki masalah kelebihan berat abdan (obesitas). Faktor keturunan pun juga mendukung risiko teridapnya seseorang terhadap penyakit diabetes tipe 2. Hal ini disinyalir karena terlibatnya beberapa gen yang diidentifikasi dapat memperburuk kondisi penderita diabetes tipe 2.

Pada tubuh penderita diabetes tipe 2, diduga banyak sekali mutasi yang terjadi dalam gen dalam tubuhnya. Salah satu cara yang digunakan ahli kesehatan untuk menemukan hubungan antara gen dengan rentannya seseorang menderita diabetes adalah dengan melakukan studi yang menghubungkan semua genom dari anggota keluarga yang pernah dan sedang menderita diabetes. Sampai sekarang, para ahli baru menemukan dua gen yang teridentifikasi menggunakan metode ini, yaitu Calpain 10 (CAPN10) dan hepatosit faktor nuklir 4 alpha (HNF4A / Hepatocyte Nuclear Factor 4 Alpha)

Jika bisa diibaratkan, diabetes keturunan ini seperti sebatang lilin dalam tubuh manusia. Dimana lilin tersebut baru akan menyala bila ada seseorang yang memantik apinya. Lilin ini diibaratkan sebagai faktor keturunan diabetes yang berada dalam tubuh seseorang, sedangkan pemantik apinya merupakan faktor lingkungan dan gaya hidup seseorang yang berisiko terkena diabetes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *