Diagnosa Pada Hamil Anggur

Hamil anggur merupakan salah satu masalah kesehatan yang jarang sekali terjadi, di mana kemungkinannya hanyalah 1-3 kasus dari 1000 kehamilan yang terjadi pada seorang wanita. Hamil anggur adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim, yaitu ketika sel telur yang dibuahi dan plasenta tidak berkembang secara normal. Sedemikian sehingga sel-sel abnormal tersebut akan membentuk kumpulan kista. Meskipun pada umumnya hamil anggur adalah tumor jinak, namun tidak menutup kemungkinan bisa menjadi tumor ganas.

Sebelum lanjut pada pembahasan selanjutnya, alangkah baiknya Anda mengetahui gejala dan penyebab hamil anggur disini Penyebab dan Gejala Hamil Anggur

Setelah mengetahui gelaja dan penyebabnya, saya akan bahas mengenai diagnosa hamil dan dampak dari hamil anggur.

Diagnosa Hamil Anggur

Perlu diketahui bahwa sebenarnya hamil anggur pada wanita memiliki kecenderungan gejala yang sama dengan kondisi kehamilan normal. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan sulit terdeteksi tanpa melalui pemeriksaan yang lebih detail kepada dokter kandungan, yaitu menggunakan manfaat USG kehamilan dan tes darah.

Keadaan hamil anggur ini umumnya diketahui melalui proses USG pada trimester pertama kehamilan, yaitu tepatnya pada minggu 10 hingga 14 masa kehamilan. Sedangkan untuk tes darah juga akan dilakukan untuk mengukur kadar hormone HCG Ibu hamil yang berhubungan dengan kehamilannya.

Anda akan disarankan untuk tidak segera hamil dalam beberapa bulan hingga satu tahun hingga Anda menyelesaikan program monitoring hormon Anda. Baiknya Anda diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda berencana untuk hamil lagi.

Setelah operasi pengangkatan jaringan abnormal tersebut, pada beberapa kasus, masih terdapat jaringan yang tertinggal pada tubuh Anda dan tetap berkembang menjadi penyakit trofoblastik gestasional (kehamilan abnormal karena adanya tumor ganas). Kejadian ini bisa terjadi pada 1 dari 5 perempuan.

Penyakit trofoblastik gestasional masih dapat ditangani dengan tindakan kemoterapi (Anda masih mungkin akan hamil kira-kira setahun setelah Anda menyelesaikan kemoterapi) maupun dengan pengangkatan rahim (hanya disarankan bagi Anda yang tidak lagi berencana hamil).

Sifatnya yang ganas menjadikan penyakit trofoblastik gestasional ini berpotensi memicu terjadinya kanker. Hal ini mungkin, namun akan sangat jarang terjadi dan pada beberapa kasus masih bisa ditangani dengan kombinasi beberapa pengobatan kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *