Faktor Risiko Pada Hamil Anggur

Mungkin Anda sering dengar tentang hamil anggur, namun fakta mengenai hamil anggur sering simpang siur dengan mitos yang beredar. Tentunya hal ini membahayakan pasien-pasien dengan hamil anggur dan membuat penanganannya menjadi terlambat. Berdasarkan pengalaman tersebut, maka di tengah kesibukan praktek saya terketuk untuk memaparkan fakta mengenai kehamilan anggur.

Hamil anggur atau mola hidatidosa atau hydatidiforme mole, merupakan bentuk abnormal dari kehamilan di mana jaringan pembentuk plasenta berubah menjadi gelembung-gelembung kecil.

Dua Macam Kehamilan Anggur

  • Kehamilan anggur komplet adalah tidak ditemukan adanya jaringan embrionik atau jaringan kehamilan normal maupun bakal janin yang bertumbuh, yang berkembang hanyalah jaringan kehamilan anggur yang semakin lama semakin besar.
  • Kehamilan anggur parsialĀ adalah ditemukan jaringan kehamilan anggur, bersamaan dengan adanya jaringan plasenta normal dan perkembangan janin yang abnormal. Janin yang tumbuh adalah abnormal karena memiliki kelainan genetik dan tidak bertahan hingga kehamilan besar.

Hamil anggur terjadi pada 1-3 kasus dari 1000 kehamilan. Insidensi tersebut dipengaruhi faktor ras. Belum diketahui penyebab pasti kehamilan anggur, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terjadinya kehamilan anggur. Faktor-faktor tersebut adalah:

Umur : usia bumil 36 -40 tahun mengalami peningkatan resiko hingga 2x lipat, sedangkan di atas 40 tahun, resiko meningkat hingga 10 x. Usia kehamilan terlalu muda juga meningkatkan resiko hamil anggur. Usia ayah juga dikatakan dapat meningkatkan resiko hamil anggur.

Faktor Risiko Hamil Anggur

Terdapat beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami hamil anggur, di antaranya:

  • Usia sang ibu saat hamil. Risiko hamil anggur lengkap cenderung lebih tinggi untuk wanita yang hamil pada usia 40 tahun ke atas atau usia remaja. Sementara hamil anggur parsial jarang dipengaruhi oleh usia.
  • Pernah mengalami hamil anggur. Apabila Anda pernah mengalami hamil anggur sebelumnya, Anda memiliki 1-2 persen kemungkinan untuk mengalami hamil anggur pada kehamilan berikutnya, yakni 6 hingga 12 kali lipat lebih berisiko dibandingkan orang yang tidak pernah mengalami hamil anggur.
  • Etnis. Kejadian hamil anggur paling umum ditemukan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Filipina, dan Jepang. Namun lama kelamaan, distribusi kasus kehamilan anggur ini semakin merata dan dapat dijumpai pada segala etnis.
  • Pernah keguguran. Riwayat hamil anggur sebelumnya, akan meningkatkan resiko. Riwayat hamil anggur 1 kali, membuat seorang calon bumil memiliki resiko 1,2%-2,7% untuk hamil anggur berulang. Namun pada calon bumil dengan riwayat hamil anggur 2x berturut-turut, akan ada resiko 23% untuk mengalami hamil anggur yang ketiga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *