Gejala dan Diagnosis Gondongan

Gondongan atau gondok adalah penyakit yang menyebabkan kelenjar air ludah mengalami pembengkakan karena virus. Penyakit ini menular melalui air ludah dari orang yang sudah terinfeksi.

Gondongan atau mumps disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar parotis, hingga membuatnya radang dan bengkak. Gondongan ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan benar. Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja gejala yang sering tampak.

Gejala Gondongan

Kita perlu mengenali ciri-ciri dan gejala gondongan sedini mungkin agar penyakit ini dapat segera dikenali, ditangani dengan baik, serta dijaga agar jangan sampai menular ke orang lain.
Gejala gondongan biasanya muncul 2-3 minggu setelah masuknya virus. Namun, beberapa orang yang terserang virus ini sama sekali tidak merasakan sakit atau gejala apapun.
Pada awalnya, gejala gondongan hanya berupa gejala yang mirip flu biasa, seperti:

  • Pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan atau mual.
  • Kelelahan.
  • Demam (tidak tinggi).

Selama beberapa hari berikutnya, berulah terlihat pembengkakan pada kelenjar parotis di belakang pipi bawah telinga. Bisa terjadi pada salah satu atau kedua (kanan-kiri) kelenjar. Jika sudah membengkak, maka akan terasa sakit dan tidak nyaman.

Puncak bengkak berlangsung selama 1-3 hari dan berakhir pada 3-7 hari. Gejala lain yang mungkin ditemukan adalah pembengkakan atau benjolan yang muncul pada testis pria

Gejala terkait lainnya dapat meliputi:

  • Nyeri saat menelan.
  • Kesulitan menelan.
  • Mulut kering .
  • Nyeri sendi.

Sangat jarang orang dewasa mengidap gondongan. Apabila orang dewasa mengalaminya, gejalanya kurang lebih sama, tapi terkadang sedikit lebih buruk dan komplikasi akan lebih mungkin terjadi.

Diagnosis Gondongan

Meskipun penyakit gondongan bukan tergolong penyakit serius, seseorang dianjurkan untuk memeriksakan diri atau anak mereka ke dokter jika mengalami gejala-gejalanya. Pemeriksaan ke dokter dibutuhkan untuk membedakan gejala gondongan yang serupa dengan infeksi lainnya, misalnya radang amandel (tonsillitis). Guna memastikan diagnosis gondongan, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan suhu tubuh dan mulut untuk melihat kondisi tonsil atau amandel. Selain itu, tes darah juga dapat dilakukan guna mendeteksi antibodi tubuh dalam memerangi virus gondongan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *