Kenali Bahan Kimia Pada Cream Wajah Yang Anda Gunakan

Penggunaan Cream Pemutih Wajah menjadi salah satu andalan para wanita untuk mendapatkan kulit putih. Ada begitu banyak Cream Pemutih Wajah yang beredar di pasaran. Terlihat cantik dengan kulit putih bersih menjadi dambaan setiap wanita. Lalu, bagaimana cara kerja Cream Pemutih Wajah tersebut untuk memutihkan wajah ? Apa saja kandungan di dalamnya ?

Cream Pemutih Wajah merupakan kombinasi bahan kimia yang bekerja mengurangi kadar melanin pada kulit sehingga wajah atau kulit akan terlihat lebih cerah atau putih setelah penggunaannya. Berikut ini kandungan yang sering di temukan dalam Cream Pemutih Wajah

Alpha hydroxy acids atau lebih di kenal dengan AHA sering di temukan dalam beragam produk Cream Pemutih Wajah . Menurut penelitian AHA mampu menghambat produksi melanin pada kulit. Efek samping penggunaan AHA yaitu terjadi iritasi ringan dan menjadikan kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu gunakanlah tabir surya bila anda melakukan aktifitas di luar ruangan. Mulailah menggunakan produk Cream Pemutih Wajah dengan kadar AHA rendah supaya kulit Anda terbiasa lebih dulu.

Kojic Acid telah di gunakan di Jepang sebagai pemutih kulit sejak 1990an. Kojic Acid juga merupakan salah satu produk dari fermentasi beras atau pembuatan sake (anggur beras jepang). Sejumlah penelitian mengatakan bahwa kojic acid mampu menghambat produksi melanin pada kulit, menghilangkan melasma, atau memudarkan bintik hitam. Sehingga kojic acid termasuk salah satu kandungan yang umum di temukan dalam Cream Pemutih Wajah .

Arbutin dapat di temukan dalam daun bearberry, cranberry, mulberry, atau pir. Bentuk murni arbutin di sebut sebagai salah satu alternatif pencerah kulit alami karena itu Arbutin sering kita temukan dalam beragam produk pemutih wajah karena di nilai aman sebagai penggunaan luar. Arbutin juga memiliki antioksidan yang baik untuk kulit.

Vitamin C dan turunannya ascorbic acid merupakan antioksidan yang cukup ampuh mencerahkan kulit. Vitamin C sendiri adalah antioksidan yang mempunyai kemampuan menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Selain itu vitamin C mampu memperkuat sistem imun tubuh serta menjaga struktur kolagen. Vitamin C juga terbukti secara penelitian mampu meningkatkan level glutathione yang mana membantu mencerahkan kulit.

Glycolic dan salicylic acid berfungsi menghilangkan noda dan mencerahkan kulit. Glycolic Acid sendiri bermanfaat untuk pengelupasan kulit dan perawatan kulit seperti kulit kasar, pigmentasi dan kulit kusam. Efek sampingnya berupa iritasi.

Glutathione dalam tubuh manusia memproduksi antioksidan ini dalam jumlah kecil. Di buat di laboratorium, Glutathione dapat memutihkan kulit dengan mengubah eumelanin ( jenis melanin yang menyebabkan kulit hitam ) menjadi pheomelanin ( melanin berwarna cerah )

Ekstrak teh hijau / Green tea extract dalam penelitian menemukan bahwa teh hijau melebabkan kulit dan meningkatkan elastisitas yang mana keduanya dapat mengurangi paparan sinar UV.

Ekstrak Mulberry / Mulberry Extract berfungsi sebagai antioksidan yang membantu metabolisme tubuh. Mampu mencerahkan kulit dan juga mengurangi munculnya noda hitam, meningkatkan fleksibilitas kulit dan memudarkan kerutan.

Cinnamomum Subavenium merupakan bahan tradisional Cina yang mampu menghentikan tyrosinase yaitu suatu enzim yang memicu produksi melanin.

Minyak Vitamin E pada sebuah penelitian menemukan bahwa vitamin E mampu melawan radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan kulit yang mana dapat memicu kanker.

Vitamin B3 / Niacinamide tidak terlalu menyebabkan iritasi dan lebih lembut daripada Arbutin. Vitamin B3 tidak hanya mencerahkan tapi juga kaya akan pelembab untuk kulit.

Hidrokinon merupakan bahan yang kerap di jumpai pada Cream Pemutih. Di dunia medis, Hidrokinon adalah obat oles yang mampu menghambat produksi melanin. Komponen Hidrokinon juga memiliki kandungan antioksidan kuat. Di Indonesia sendiri Hidrokinon dilarang di pakai dalam Cream Pemutih Wajah atau obat oles oleh BPOM karena menurut sejumlah penelitian di Amerika yang menguji cobakan tikus menunjukkan bahwa sejumlah tikus mengindap tumor setelah penggunaannya.

Merkuri cukup membahayakan penggunanya dalam jangka panjang. Salah satu efek sampingnya yaitu kerusakan ginjal dan saraf. Paparan tinggi merkuri juga berbahaya bagi ibu hamil karena mampu menyebabkan cacat lahir dan mengganggu perkembangan janin.

Lalu, apa yang harus di lakukan sebelum membeli cream pemutih wajah?

Setelah anda membeli produk yang di inginkan, bacalah komposisi atau kandungan dalam produk tersebut, apakah terdapat kandungan berbahaya di dalamnya ? Jika tidak ada, maka langkah berikutnya yaitu lakukan tes pada kulit dahulu. Caranya ambil sedikit cream dan oleskan di kulit belakang telinga atau lengan. Tunggu hingga 24 jam, jika terjadi iritasi, gatal — gatal, panas atau hal buruk yang lain. Segera hentikan pemakaian. Sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit mengenai krim yang cocok untuk jenis kulit anda.

Cara lainnya yaitu dengan mengecek keamanan produk tersebut lewat BPOM. BPOM sendiri merupakan Badan Pengawas Obat dan Makanan milik pemerintah yang mengatur dan mengawasi semua peredaran makanan, dan obat termasuk kosmetika sehingga konsumen yang awam akan terlindungi kesehatannya. Caranya cukup mudah yaitu dengan memasukkan Nomor Registrasi produk tersebut pada halaman BPOM maka akan muncul keterangan produk lengkap beserta nama produsen. (kompasiana com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *