Makanan Dan Minuman Penyebab Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan dalam pembuluh darah melebihi batas normal, yaitu 120/80 mmHg. Gaya hidup, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi, memiliki pengaruh besar pada terjadinya kondisi tersebut.

Oleh karena itu, penting bagimu untuk mengetahui jenis minuman dan makanan penyebab darah tinggi berikut.

1. Garam atau Sodium

Garam atau sodium berlebih dapat memicu hipertensi. Batas konsumsi maksimal adalah 2.300 mg odium per hari. Sedangkan untuk penderita hipertensi, konsumsinya disarankan kurang dari 1.500 mg sodium per hari atau sepertiga sendok teh.

Selain garam meja, kadar sodium tinggi juga ditemukan pada makanan olahan termasuk pizza, makanan kalengan, saus tomat kemasan, daging olahan, kecap asin, serta makanan siap saji. Maka dari itu, ragam santapan ini pun termasuk dalam makanan penyebab darah tinggi.

Pada label kemasan makanan, sodium terkadang disamarkan dengan tulisan ‘Na’ atau ‘soda’. Jadi, cermatilah komposisi yang tercantum sebelum memilihnya.

2. Gula

Tak banyak yang tahu, gula ternyata juga harus dibatasi pada penderita hipertensi. Pasalnya, konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan obesitas yang meningkatkan risiko munculnya tekanan darah tinggi.

Batas konsumsi gula per hari untuk pria adalah 36 gram atau sekitar 9 sendok teh. Sementara wanita harus membatasi asupan gula sebanyak 24 gram atau setara 6 sendok teh dalam sehari.

Untuk menjaga kadar gula tetap normal, hindari konsumsi makanan dan minuman manis. Contohnya, kue, kopi dengan tambahan perasa buatan, saus juga jus buah kemasan, serta buah kalengan.

Gula juga memiliki beberapa nama samaran dalam label kemasan. Misalnya, sukrosa ataupun high-fructose corn syrup (HFCS).

3. Makanan Tinggi Lemak

Konsumsi sajian tinggi lemak jenuh maupun lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) dalam darah. Bila konsumsi dilakukan berulang kali, LDL akan terakumulasi dan menyumbat aliran darah di pembuluh sehingga memperparah kondisi hipertensi hingga memicu penyakit jantung koroner.

Lemak trans banyak dijumpai pada makanan kemasan juga makanan siap saji. Jenis lemak ini digunakan karena dapat menjaga rasa dan memperpanjang umur simpan makanan.

Kadar lemak berlebih pun bisa terkandung dalam makanan yang digoreng, daging merah, kulit ayam, mentega, susu full cream, dan minyak kelapa.

4. Alkohol

Minuman beralkohol, termasuk anggur merah, sebaiknya hanya dikonsumsi 1 kali per hari untuk wanita dan 2 kali per hari untuk pria. Saran per sajiannya setara dengan 1 gelas wine ukuran 100 mL atau 1 kaleng bir ukuran 350 mL.

Terlalu sering mengonsumsi jenis minuman ini dan dalam jumlah melewati batas yang dianjurkan, dapat meningkatkan risiko hipertensi.

5. Kopi atau Kafein

Salah satu penyebab seseorang menjadi terjaga setelah minum kopi adalah kerja kafein yang melonjakkan tekanan darah untuk sementara. Kondisi ini tidak berbahaya bila terjadi sesekali. Namun bila terlalu sering, dapat menjadi pemicu hipertensi.

Batas konsumsi kafein adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi. Selain kopi, minuman bersoda, teh, dan minuman berenergi juga bisa mengandung kafein.

Hipertensi yang tak terkendali bisa menyebabkan kerusakan dan penyumbatan pembuluh darah, yang berpotensi berujung pada gangguan jantung dan otak.

Bila kamu terus mengalami tekanan darah tinggi, tubuhmu bisa terancam berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kerusakan pembuluh darah dan gangguan pada jantung. Tingginya tekanan darah membuat pembuluh darah kehilangan sifat lenturnya. Sebagai akibatnya, lemak lebih mudah menumpuk pada dinding pembuluh darah dan menghambat aliran darah. Hambatan ini bisa berujung pada aritmia, serangan jantung, dan gagal jantung.
  • Kerusakan otak. Tidak hanya jantung, sumbatan pembuluh darah bisa pula menghambat asupan oksigen menuju otak, sehingga fungsinya akan terganggu. Stroke merupakan contoh penyakit yang bisa terjadi akibat sumbatan ini.

Sebaliknya, pilihlah sajian tinggi serat dan kaya mineral. Sajian tersebut dapat kamu temui pada sayur, buah, biji-bijian seperti gandum, serta kacang-kacangan seperti almond.

Selain menjaga pola makan, rajin berolahraga pun bisa kamu terapkan. Tidak hanya tekanan darah tinggi, olahraga bisa menjauhkanmu dari berbagai gangguan kesehatan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *