Penanganan Terhadap Hamil Anggur

Hamil anggur merupakan tumor jinak yang lebih dikenal dengan istilah kehamilan mola atau molahidatidosa. Dr. Mufti Yunus SPOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, menjelaskan lebih lanjut pada majalah untuk ibu dan anak, mengenai hamil anggur yang merupakan kehamilan patologik, dimana hasil konsepsinya tidak bertumbuh dengan sempurna dan terjadi degenerasi hidropik yang menyerupai gerombolan buah anggur karena proliferasi dari jaringan trofobas, atau bagian dari tepi sel telur, yang jika tumbuh normal akan berkembang menjadi ari-ari janin.

Penyebab hamil anggur

Sampai saat ini penyebab belum diketahui secara pasti, namun banyak teori mengenai penyebab hamil anggur ini. Diantaranya terjadinya pembuahan yang gagal dan terjadinya kerusakan dari dua desi yang mengakibatkan matinya konsepsi. Hamil anggur ini bisa menimpa siapa saja, baik dari yang berekonomi rendah, maupun yang berekonomi menengah ke atas. Dan banyak menimpa perempuan dibawah usia 20 tahun dan diatas 35 tahun.

Di Asia, hamil anggur terjadi pada kehamilan wanita dengan perbandingan 1:120, sedangkan di barat dengan perbandingan 1 : 2.000. Sehingga diduga hamil anggur terjadi karena asupan gizi. Maka dr. Mufti menyarankan jika wanita sudah merencanakan untuk kehamilan, maka dianjurkan untuk melaksanakan diet yang baik, minimal 3 bulan sebelum kehamilannya. Diet disini bukan berarti untuk mengurangi berat badan, tapi lebih kepada mengontrol makanan yang dimakan berdasarkan kebutuhan tubuh yang hendak hamil dengan sehat, dengan mengkonsumsi vitamin A dan asam folat.

Penanganan Hamil Anggur

Dokter akan segera melakukan kuretase untuk membersihkan rahim. Namun jika pada kasus pendarahan hingga menyebabkan anemia, maka akan dilakukan transfusi darah dahulu, kemudian tetap dilakukan tindakan kuretase.

Setelah tindakan kuretase, pasien diwajibkan untuk kontrol secara teratur kepada dokter kandungan dan menunda kehamilan kurang lebih satu hingga dua tahun lamanya. Pasien akan tetap dipantau pada masa itu untuk mencegah kemungkinan kehamilan anggur menjadi ganas. Pemantauan dilakukan dengan cara uji laboratorium serta radiologi, sampai kada beta HCG darah kembali normal.

Selama proses pemantauan tersebut, pasien diharuskan untuk menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi. Yang kemudian dapat dilepaskan jika dokter mempersilahkan untuk rencana kehamilan kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *