Penyebab, Gejala, Penularan Hepatitis C

Hepatitis C adalah jenis yang paling berbahaya dari semua jenis virus hepatitis, karena infeksi ini biasanya tidak menimbulkan gejala sampai di tahapan akhir infeksi kronis. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi hepatitis sampai akhirnya menderita kerusakan hati permanen beberapa tahun kemudian, saat dilakukan tes medis rutin. Berikut informasi yang perlu Anda tahu seputar hepatitis C.

Penyebab Hepatitis C

Virus hepatitis C berkembang dalam darah. Karena itu, kita akan tertular hepatitis C jika mengalami kontak dengan darah penderita. Virus ini juga diperkirakan dapat bertahan di luar tubuh pada suhu ruangan selama beberapa minggu, misalnya dalam ceceran darah.

Penularan Hepatitis C

Penularan hepatitis C paling umum terjadi melalui jarum suntik, terutama di antara para pengguna obat-obatan terlarang yang berbagi jarum suntik. Di samping itu, ada beberapa kelompok orang yang juga berisiko tinggi tertular penyakit ini. Di antaranya adalah:

  • Orang yang berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang mungkin terkontaminasi darah, seperti gunting kuku atau alat cukur.
  • Pekerja medis di rumah sakit yang sering menangani darah atau cairan tubuh penderita.
  • Orang yang berhubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Pasien yang menjalani prosedur medis di rumah sakit dengan peralatan yang tidak steril.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV.
  • Orang yang menjalani transfusi darah atau transplantasi organ, terutama sebelum tahun 1992. Karena sebelum tahun tersebut, darah yang diterima dari pendonor masih belum diperiksa apakah sudah bebas dari virus Hepatitis C.
  • Orang yang menjalani proses tato atau tindik di tempat yang tidak memiliki peralatan steril.
    Bayi dalam kandungan ibu hamil yang terinfeksi.

Gejala Hepatitis C

Masa inkubasi (waktu sejak virus pertama masuk hingga gejala muncul) untuk hepatitis C adalah 2 minggu hingga 6 bulan. Infeksi pada 6 bulan pertama ini dikenal dengan hepatitis C akut. Meski ada gejala hepatitis C yang muncul, indikasinya mirip dengan penyakit lain sehingga sulit disadari. Hanya sekitar 20 persen penderita hepatitis C akut yang mengalami gejala. Beberapa indikasinya meliputi:

  • Kelelahan.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Demam.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Tinja berwarna abu-abu.
  • Sakit kuning.

Sistem kekebalan tubuh penderita hepatitis C akut terkadang mampu membunuh virus tanpa penanganan khusus sehingga penderita akan sembuh. Hal ini terjadi pada sekitar 15 hingga 45 persen penderitanya. Sedangkan 55-85 persen sisanya akan menyimpan virus hepatitis C untuk waktu yang lama. Inilah yang disebut hepatitis C kronis.

Gejala-gejala hepatitis C kronis sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita. Ada yang mengalami gejala ringan dan ada yang berat. Selain gejala yang sama dengan hepatitis C akut, berikut ini adalah indikasi-indikasi lain yang umumnya dialami oleh penderita:

  • Selalu merasa lelah.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
  • Suasana hati yang berubah-ubah.
  • Depresi.
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Diagnosis sedini mungkin akan mengurangi risiko komplikasi hepatitis C.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *