Si Kakak Tidak Mau Punya Adik, Bagaimana Sika Orang Tua?

Beberapa bulan lagi tangis bayi akan kembali hadir di keluarga Anda. Ayah dan ibu sudah tak sabar menanti hadirnya si kecil. Namun, sikap kakak terkadang menjengkelkan, manja, dan tak mau punya adik. Sikap kakak ini bisa diatasi sejak awal kehamilan ibu.

Ayah dan ibu tengah menanti kehadiran buah hati karena ibu tengah hamil lagi. Hemm.. pasti nanti keluarga ibu kian ramai dengan bertambahnya anggota keluarga baru. Lalu ayah dan ibu akan kembali disibukkan dengan rutinitas mengurus bayi. Meski sedikit akan repot, tapi sangat menyenangkan.

Kebahagiaan ayah dan ibu yang sebentar lagi akan lengkap dengan tangis bayi ternyata juga dibarengi dengan rasa bingung menghadapi sikap kakak. Kakak yang sudah tumbuh menjadi balita kini sering lebih manja dibanding biasanya. Ia pun jadi sering bertanya, “Bunda-bunda… kata orang aku mau punya adik ya?” Jawaban dari ibu, yakni “ya” seringkali membuatnya protes dan merasa tak mau punya adik. Namun, sering pula ia berubah pikiran dan mengelus-elus perut ibunya sambil memanggil-manggil adik. Ketika kakak bersikap manis ini tentu membuat ayah dan ibu ikut senang, namun ketika berubah penolakan terhadap kehadiran adik baru, tak ayal membuat khawatir.

Namanya juga anak kecil, sebentar anteng sebentar bertingkah, tadinya tak sabar ingin punya adik sebentar berubah menolak. Jika kakak lebih sering bersikap menolak daripada keinginan memiliki adik, tentu membuat orangtuanya jengkel. Sikap penolakan kakak yang tak mau memiliki adik ini merupakan wujud protesnya karena tak mau kasih sayang ayah ibunya akan terbagi untuk adiknya. Selain itu, ia pun akan beranggapan bahwa ayah ibunya nanti akan lebih sayang kepada adik bayinya, bukan dirinya. Sehingga sebelum adiknya lahir, kakak sudah sering menunjukkan sikap yang terkadang membuat orangtuanya jengkel, seperti manja, cari perhatian, dan nakal. Bahkan, saat melihat perut ibunya kian membesar di hari-hari menjelang persalinan, kakak semakin manja dan justru kian merepotkan.

Tentu ibu tak ingin kakak bersikap seperti itu terus-terusan. Belum lagi nanti saat adik bayi lahir, si kakak cemburu dengan perhatian ibu ke adiknya. Bisa-bisa kakak tak membolehkan ibu menggendong adik bayi dan menyusuinya. Hal ini tak ayal membuat ibu bingung dan kerepotan. Karena banyak yang harus diurus, yakni bayi kecil dan juga sikap kakak yang susah diajak kompromi. Oleh karena itu, saat kehamilan ibu belum membesar sebaiknya kakak mulai dikenalkan, bahwa sebentar lagi ia akan memiliki adik.

Cara berikut ini bisa membantu ibu untuk memberitahu kakak bahwa sebentar lagi ibunya akan melahirkan bayi kecil, yakni adiknya.

Melibatkan kakak dalam kehamilan Anda

Saat perut ibu sudah terlihat lebih membesar, bilang kepada kakak, “Dek, sekarang ada dedek kecil di perut ibu, nih lihat!” Lalu ibu menyuruh kakak untuk mengelus-elusnya. Katakan lagi, dulu kakak juga ada di perut ibu 9 bulan 10 hari. Selain itu, ibu bisa juga mengajak kakak untuk memeriksakan kandungan ke dokter setiap bulannya.

Ajak kakak membeli baju-baju bayi dan perlengkapannya

Saat berbelanja pakaian bayi dan perlengkapannya ibu bisa mengajak kakak. Hal ini tentu akan membuatnya ikut merasakan betapa pentingnya adik kecil di perut ibu. Ia pun akan belajar menyayangi adiknya meski masih di dalam perut ibunya. Ibu bisa meminta pendapatnya untuk memilih baju adik bayi, misalnya, “Dek, nanti kalau adik bayi udah lahir pakai baju kuning ini pasti cantik ya?”

Mengajak kakak mengunjungi keluarga yang baru saja mendapatkan kebahagian, yakni kelahiran bayi.

Mengajak kakak mengunjungi keluarga yang baru saja memiliki bayi baru akan membuatnya mengetahui bayi yang baru saja terlahir, kelucuannya, tangisnya, tangan-tangan mungilnya, dan sebagainya. Hal ini akan membuatnya membayangkan adik bayinya yang masih di dalam kandungan ibunya nanti lahir. Bisa jadi kakak semakin tak sabar untuk segera melihat adiknya terlahir dan mengajaknya bermain. Tak menutup kemungkinan, ia menjadi kakak yang sayang pada adiknya kelak.

Menjelaskan kapada kakak bahwa setelah adik bayi lahir, ibu harus selalu menjaga adik bayi dan menyusuinya.

Saat sedang santai, ibu bisa menjelaskan kepada kakak bahwa nanti saat adik bayi lahir, ibu harus terus berada di dekat adik bayi dan menyusuinya. Katakan pada kakak, “Nanti, bunda harus selalu berada di dekat adik bayi ya, menggendong dan menyusui. Adik bayi kan masih kecil beda sama kakak yang udah besar.” Dengan begitu, kakak akan belajar menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak akan manja lagi.

Memang dibutuhkan kesabaran untuk menjelaskan kepada kakak mengenai kehadiran adiknya nanti. Jika ia tidak dikenalkan semenjak awal kehamilan, bisa-bisa sikap kakak akan merepotkan ibu saat adik bayi terlahir nanti. Jangan sampai kakak rewel dan cemburu berhari-hari karena kehadiran adik barunya lalu membuat ayah dan ibu kesulitan mengatasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *