Siapa Saja Berisiko Tinggi Terkena Hipertensi?

Siapa saja yang berisiko tinggi terkena hipertensi?

Pada dasarnya risiko hipertensi dapat dibagi menjadi dua, yaitu yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Beberapa faktor risiko hipertensi sudah tak bisa diubah lagi. Namun, masih banyak juga faktor risiko hipertensi yang bisa diubah dan dikendalikan agar peluang Anda memunculkan gejala darah tinggi dapat berkurang. Berikut orang-orang yang berisiko tinggi terekena hipertensi.

Faktor risiko hipertensi yang tidak bisa diubah

  • Usia.

Risiko Anda terkena darah tinggi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pasalnya, semakin bertambah usia, pembuluh darah kita semakin kaku, tidak elastis lagi. Akibatnya, tekanan darah pun semakin meningkat. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak meskipun jarang.

  • Riwayat hipertensi keluarga.

Bila orangtua, saudara kandung, atau anggota keluarga lainnya punya tekanan darah tinggi, Anda jadi lebih berisiko kena hipertensi.

  • Jenis kelamin.

Hingga mencapai usia 64 tahun, pria lebih rentan kena tekanan darah tinggi daripada wanita. Sedangkan pada usia 65 tahun ke atas, wanita yang lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi.

Faktor risiko hipertensi yang masih bisa diubah

  • Obesitas dan kelebihan berat badan

Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko terbesar yang meningkatkan risiko hipertensi. Semakin berat massa tubuh Anda, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan tekanan dalam arteri meningkat agar bisa mengendarkan darah dengan lancar. Akibatnya, jantung yang dipaksa kerja keras lama-lama bisa mengalami kerusakan.

Anda tergolong kelebihan berat badan kalau indeks massa tubuh Anda di atas 23. Sedangkan Anda tergolong obesitas kalau indeks massa tubuh Anda di atas 25. Untuk mengetahui berapa indeks massa tubuh Anda, Anda dapat mengeceknya di kalkulator IMT di sini.

  • Minim aktivitas fisik

Orang yang malas gerak detak jantungnya cenderung tinggi. Ini artinya jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memopa darah dalam setiap detaknya. Namun, saat Anda olahraga tubuh akan menghasilkan hormon yang melemaskan pembuluh darah dan menurunkan tekanan dalam darah. Minimnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko Anda mengalami kelebihan berat badan.

  • Konsumsi garam berlebih

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam dapat mengganggu keseimbangan natrium alami yang dalam tubuh Anda. Tak hanya itu, kandungan natrium dalam garam juga dapat mempersempit pembuluh darah. Kedua hal ini kemudian bisa meningkatkan tekanan darah.

  • Kecanduan alkohol

Konsumsi alkohol dalam takaran kecil mungkin akan memberikan manfaat pada tubuh Anda. Namun lain ceritanya jika Anda mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan. Pasalnya, hal tersebut dapat memengaruhi sistem saraf dan mempersempit pembuluh darah. Akibatnya, detak jantung dan tekanan darah pun bisa meningkat.

  • Merokok

Tak hanya meningkatkan tekanan darah saja, bahan kimia yang terkandung dalam rokok juga dapat merusak pembuluh darah Anda. Hal ini menyebababkan penyempitan pembuluh arteri yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan orang yang jadi perokok pasif atau menggunakan tembakau jenis lain pun juga berisiko kena hipertensi.

  • Stres

Stres berat dapat meningkatkan tekanan darah secara cukup drastis, meskipun hanya untuk sementara. Selain itu, ketika Anda stres kemungkinan besar Anda jadi tidak memerhatikan pola makan, kurang olahraga, merokok, atau minum alkohol – yang kemudian bisa jadi faktor risiko hipertensi.

  • Kehamilan

Kehamilan terkadang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Tekanan darah tinggi yang terjadi saat kehamilan disebut dengan hipertensi gestasional. Jika tekanan darah Anda tidak kembali normal dalam waktu 12 minggu setelah melahirkan, Anda mungkin memiliki hipertensi kronis sepanjang waktu.

  • Kondisi medis tertentu

Beberapa penyakit kronis seperti penyakit ginjal, diabetes, dan sleep apnea juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena hipertensi. Mengendalikan penyakit tersebut bisa membantu Anda menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *