Waspada Diabetes Pada Anak, Kenali Gejala Dan Penyebabnya

Penyakit diabetes makin banyak ditemukan pada masa sekarang ini. Bila diabetes dulu hanya dikenal sebagai penyakit keturunan, saat ini banyak orang yang menderita diabetes yang bahkan tidak memiliki faktor keturunan tersebut. Seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes apabila tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin dengan normal.

Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk mengolah glukosa dalam tubuh menjadi energi. Jika jumlah hormon insulin di dalam tubuh tidak mencukupi, kadar gula darah dalam tubuh akan menjadi sangat tinggi. Jika pada masa dahulu penyakit diabetes merupakan suatu yang langka di kalangan anak-anak dan lebih banyak didiagnosa pada usia tiga puluh tahun ke atas, saat ini cukup memprihatinkan bahwa sekarang pun telah banyak anak-anak yang terkena penyakit diabetes dan jumlahnya semakin meningkat.

Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan resiko kematian yang tinggi, bahkan berada di urutan keempat setelah kanker, jantung dan stroke. Istilah Diabetes Mellitus didapat dari kata Yunani yaitu Diabetes yang berarti pancuran, dan bahasa Latin Mellitus yang berarti manis. Jika diterjemahkan, Diabetes Mellitus artinya adalah pancuran manis, yang mengacu kepada urine yang dihasilkan penderita yang mengandung kadar gula yang tinggi. Itulah sebabnya disini penyakit diabetes dikenal dengan nama penyakit kencing manis, karena air seni penderita memang sering dikerumuni semut berkat tingginya kadar gula dalam urine tersebut.

Jenis Penyakit Diabetes

Diabetes terbagi menjadi dua macam tipe berdasarkan dari tingkat produksi insulin yang dimiliki tubuh seseorang. Kedua tipe diabetes ini yaitu:

Diabetes Tipe 1

Seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes Tipe 1 yaitu jika organ pankreas dalam tubuhnya tidak bisa memproduksi lagi insulin atau bisa memproduksi insulin namun jumlah yang diproduksi sangat sedikit. Penyebabnya, karena sel yang memproduksi insulin justru dirusak sendiri oleh tubuh melalui sistem kekebalannya. Karena itu, kebutuhan insulin pada penderita diabetes tipe 1 ini harus dipasok dari luar, yaitu melalui injeksi. Kelainan ini bersifat genetis artinya berasal dari dalam tubuh yang dapat juga dipicu oleh faktor eksternal. Namun saat ini penyebab yang datang dari genetis hanya sekitar 10 persen saja, sisanya belum dapat dijelaskan dengan pasti karena banyak faktor yang sulit dikenali.

Diabetes Tipe 2

Pada penyakit diabetes tipe 2, penyakit ini akan membuat seseorang kekurangan hormon insulin tetapi tidak akan tergantung sepenuhnya kepada asupan insulin dari luar. Ini disebabkan tubuh sebenarnya masih memproduksi insulin, namun seperti kunci yang salah untuk pintu yang salah, maka kinerja insulin dalam tubuh sama sekali tidak maksimal. Umumnya, penyakit ini berkembang karena gaya hidup yang tidak sehat dan kasus kegemukan atau obesitas.

Penyebab Diabetes Pada Anak

Beragam faktor dapat menjadi penyebab penyakit diabetes pada anak, yaitu:

  • Faktor keturunan yaitu adanya riwayat diabetes dalam keluarga
  • Tingginya kandungan gula pada makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi anak.
  • Kegemukan atau kelebihan berat badan akut (obesitas)
  • Pola makan yang buruk
  • Kurang asupan sayur dan buah, dan lebih banyak memakan makanan instan yang tinggi kadar gula
  • Kurang bergerak atau beraktivitas dengan aktif, sehingga tidak seimbang dengan asupan makanannya.

Mendeteksi Diabetes Pada Anak

Kebanyakan penyakit diabetes pada anak terutama tipe 2 tidak memiliki tanda-tanda spesifik yang bisa dideteksi. Pada umumnya seorang anak akan didiagnosa menderita diabetes ketika mencapai usia 7 tahun ke atas dengan beberapa gejala yang muncul seperti muntah-muntah, sering buang air besar, kesadaran menurun bahkan koma, dehidrasi berat dan sebagainya. Sering kali gejala ini disalah artikan sebagai diare berat. Namun ada satu pembedanya, yang bisa menunjukkan bahwa anak menderita diabetes yaitu napas anak yang berbau aseton atau berbau asam.

Gejala Diabetes Pada Anak

Pada prinsipnya, gejala diabetes terutama Tipe 1 yang bisa diamati adalah sama antara penderita dewasa dengan anak-anak, yaitu dengan mengamati gejala klinis berupa 3P dan apabila kadar gula darah mencapai 200mg/dl dari yang seharusnya hanya berkisar pada angka 70-100 mg/dl.

  • Polifagi, adalah kondisi dimana anak sering makan karena ia mengalami rasa lapar yang berulang – ulang. Rasa lapar ini disebabkan karena tidak adanya insulin dalam jumlah yang cukup di dalam tubuh sehingga gula tidak bisa diolah menjadi energi. Akibatnya organ tubuh akan mengalami kelelahan dan memicu rasa lapar yang terus menerus.
  • Polidipsi, atau banyak minum terjadi karena tubuh kekurangan cairan akibat minimnya produksi insulin tersebut yang membuat kelebihan gula dalam aliran darah, sehingga cairan tubuh akan ditarik ke jaringan tubuh lain. Proses tersebut akan membuat anak sering haus dan banyak minum, lebih dari biasanya.
  • Poliuria, yaitu kondisi dimana anak sangat sering buang air kecil karena banyak minum, melebihi frekuensi buang air kecil yang biasa.
  • Mudah letih dan lesu karena sel-selnya minim asupan gula
  • Luka yang sukar sembuh
  • Penglihatan anak yang kabur
  • Sering kesemutan
  • Kehilangan berat badan walaupun banyak makan
  • Infeksi jamur terutama pada anak perempuan
  • Perilaku yang berubah, anak mudah marah dan emosinya tidak stabil
  • Pada anak di atas 3-4 tahun yaitu mengompol
  • Muntah dan sakit pada perut
  • Nafas berbau asam
  • Lambung terasa nyeri
  • Tidak fokus atau susah berkonsentrasi

Kenali gejala gejala yang mungkin terjadi, mendeteksi lebih dini jauh lebih baik dari pada terlambat. Atur pola makan dan konsultasikan dengan Dokter untuk memahami faktor penyebabnya dan cara mengatasinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *